INSTAGRAMABLE NGALAM

Narsis, apa itu ?


Banyak orang-orang yang selalu mengatakan narsis namun tidak mengetahui artinya. Setiap kali orang sering menghubungkan narsis dengan kegiatan yang berlebihan, misalanya sering memotert dirinya berulang-ulang, atau membanggakan dirinya secara berlebihan. Namun, sebenarnya nasis merupakan salah satu ilmu psikologi. Berikut ini akan dijelaskan lebih lanjut terkait pengertian narsis menurut ilmu psikologi. Narsis itu memilki sejarah yang cukup unik sebenarnya. Narsis berasal dari kata Narcisus atau Narsius hingga sekarang dikenal dengan nama Narsis. Narcissus atau Narsisus jatuh cinta terhadap dirinya sendiri. Lukisan karya Michelangelo Caravaggio. Narsisme adalah perasaan cinta terhadap diri sendiri yang berlebihan. Istilah ini pertama kali digunakan dalam psikologi oleh Sigmund Freud dengan mengambil dari tokoh dalam mitos Yunani, Narcissus, yang dikutuk sehingga ia mencintai bayangannya sendiri di kolam. Tanpa sengaja ia menjulurkan tangannya, sehingga ia tenggelam dan tumbuh bunga yang sampai sekarang disebut bunga narsis. Sifat narsisisme ada dalam setiap manusia sejak lahir bahkan Andrew Morrison berpendapat bahwa dimilikinya sifat narsisisme dalam jumlah yang cukup akan membuat seseorang memiliki persepsi yang seimbang antara kebutuhannya dalam hubungannya dengan orang lain. Namun apabila jumlahnya berlebihan, dapat menjadi suatu kelainan kepribadian yang bersifat patologis. Inilah sedikit penjelasan arti narsis yang sesungguhnya. Sesungguhnya mencintai diri sendiri itu baik, namun jika berlebihan dampaknya juga tidak bagus.